Saturday, March 15, 2014

MAKALAH PERKEMBANGAN MASA ANAK-ANAK


Perkembangan Masa Anak-Anak

Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Psikolog Perkembangan
Dosen Pengampu : Hj. Rina Rindana, S.Ag. M.Pd
   




Disusun oleh:

Eka Shohihatun Nisa: (14121110048)
Erna Erlina: (14121110049)
Mochamad Aziz Muslim: (14121110083)
Nur Kholid Mawardi: (59410256)
Kelompok/SMT : 8 / 2

PAI-A
FAKULTAS TARBIYAH / PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON
Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon-Jawa Barat 45132
2012/2013




BAB I
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN MASA ANAK-ANAK
A.    Perkembangan Masa Anak-anak Awal
Masa anak- anak awal (p1rasekolah) berlangsung dari umur 2 tahun sampai 6 tahun, beberapa ciri perkembangan pada masa ini adalah :
1.      Perkembangan fisik
Selama masa anak-anak awal, pertumbuhan fisik berlangsung lambat di bandingkan dengan tingkat pertumbuhan selama masa bayi. Pertumbuhan fisik yang lambat ini berlangsung sampai mulai munculnya tanda-tanda pubertas, yakni kira-kira 2 tahun menjelang anak matang secara seksual dan pertumbuhan fisik kembali berkembang pesat.
a.       Tinggi dan berat
Selama masa anak-anak awal, tinggi rata-rata anak bertumbuh 2,5 inci dan berat bertambah antara 2,5 hingga 3,5 Kg setiap tahunnya. Pada usia 3 tahun, tinggi anak sekitar 38 inci dan beratnya sekitar 16,5 Kg. Pada usia 5 tahun, tinggi anak mencapai 43,6 inci dan beratnya 21,5 Kg (Mussen, Conger & kagan, 1969).
b.      Perkembangan otak
Di antara perkembangan fisik yang sangat penting selama masa anak-anak awal ialah perkembangan otak dan sistem saraf yang berkelanjutan. Meskipun otak terus bertumbuh pada masa awal anak- anak, namun pertumbuhannya tidak sepesat pada masa bayi. Pada saat bayi mencapai usia 2 tahun, ukuran otaknya rata-rata 75% dari otak orang dewasa, dan pada usia 5 tahun, ukuran otaknya telah mencapai sekitar 90% otak orang dewasa (Yeterian & Pandya, 1988).
Pertumbuhan otak selama awal masa anak-anak disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran urat saraf yang berujung di dalam dan di antara daerah-daerah otak. Ujung-ujung urat saraf itu terus bertumbuh setidak-tidaknya hingga masa remaja. Beberapa pertambahan ukuran otak juga disebabkan oleh pertambahan myelination, yaitu suatu proses dimana sel-sel urat saraf ditutup dan disekat dengan suatu lapisan sel-sel lemak. Proses ini berdampak terhadap peningkatan kecepatan informasi yang berjalan melalui sistem urat saraf. ( Desmita, 2012 : 127-128)
c.       Perkembangan motorik
Dengan bertambah matangnya perkembangan otak yang mengatur sistem syaraf-otot (neuromuskuler) memungkinkan anak-anak usia ini lebih lincah dan aktif bergerak. Dengan meningkatnya usia nampak perubahan dari gerakan kasar mengarah kearah gerakan yang lebih halus yang memerlukan kecermatan dan kontrol otot-otot yang lebih halus serta koordinasi. Keterampilan dan koordinasi gerakan harus dilatih dalam hal kecepatannya dan keluwesannya.
Beberapa permainan dan alat bermain yang sederhana seperti kertas koran, kubus-kubus, bola, balok titian, tongkat dapat digunakan untuk membantu memperkembangakan aspek motorik ini. Beberapa keterampilan motorik yang perlu dilatih dalam hal keluwesan, kecepatan dan ketepatannya antara lain ialah: keterampilan koordinasi anggota gerak seperti tubuh untuk berjalan, berlari, melompat, keterampilan tangan,  jari-jemari dalam hal makan, mandi, berpakaian, melempar, menangkap, merangkai dan lain-lain, keterampilan kaki misalnya meniti, berjingkat, menari, menendang dan lain-lain. ( Gunarsa, 2008 : 11).

2.      Perkembangan Kognitif
a.      Perkembangan kognitif menurut teori Piaget
Secara garis besar, piaget mengelompokan tahap-tahap perkembangan kognitif seorang anak menjadi empat tahap:  tahap sensorimotor, tahap praoperasi, tahap opera konkret, dan tahap operasi formal. Tahap sensorimotor lebih ditandai dengan pemikiran anak berdasarkan tindakan indrawinya.Tahap praoperasi diwarnai dengan mulai digunakannya simbol-simbol untuk menghadirkan suatu benda atau pemikiran, khususnya penggunaan bahasa. Tahap operasi konkret di tandai dengan penggunaan aturan logis yang jelas. Tahap operasi formal dicirikan dengan pemikiran abstrak, hipotesis, deduktif, serta induktif.
Tahap-tahap diatas saling berkaitan. Urutan tahap-tahap tidak dapat ditukar atau dibalik, karena tahap sesudahnya mengandaikan terbentuknya tahap sebelumnya. Tetapi, tahun terbentuknya tahap tersebut dapat berubah-ubah menurut situasi seseorang. Seseorang dapat mulai tahap operasi formal pada umur 11 tahun, sedangkan orang lain baru mulai tahap yang sama pada umur 15 tahun. Perbedaan antara tahap sangat besar karena ada perbedaan kualitas pemikiran yang lain. Meskipun demikian, unsur dari perkembangan sebelumnya tetap tidak dibuang. Jadi, ada kesinambungan dari tahap ke tahap, walaupun ada juga perbedaan yang sangat mencolok.
Tabel I, skema empat tahap perkembangan kognitif piaget
Tahap
Umur
Ciri pokok perkembangan
Sensorimotor
0-2 tahun
·         Berdasarkan tindakan
·         Langkah demilangkah
Praoperasi
2-7 tahun
·         Penggunaan simbol/bahasa tanda
·         Konsep intutif
Operasi konkret
8-11 tahun
·         Pakai aturan jelas/logis
·         Reversibel dan kekekalan
Operasi formal
11 tahun ke atas
·         Hipotetis
·         Abstrak
·         Deduktif dan induktif
·         Logis dan probabilitas
(Suparno, : 24-25)
b.      Persepsi visual
Kematangan penglihatan juga meningkat pada usia prasekolah dan otot-otot mata sudah berkembang di akhir usia prasekolah. Hal ini memungkinkan anak menggerakan matanya untuk melihat sederetan huruf-huruf, memusatkan penglihatan dan mempertahankan perhatiannya untuk jangka waktu cukup lama.(http://www.ayobukasaja.com/2012/06/perkembangan-masa-awal-dan-akhir-anak.html
c.       Perkembangan Memori
Dibandingkan dengan bayi, mengukur memori anak-anak jauh lebih mudah, karena anak-anak telah dapat  memberikan reaksi secara verbal. Berikut ini akan diuraikan beberapa komponen penting dari memori anak-anak usia pra sekolah, terutama memori jangka pendek dan jangka panjang.
1)      Memori jangka pendek
Dalam memori jangka pendek, individu menyimpan informasi selama 15 hingga 30 detik, dengan asumsi tidak ada latihan atau pengulangan. Memori jangka pendek ini sering di ukur dalam rentang memori, yaitu jumlah item yang dapat diulang kembli dengan tepat sesudah satu penyajian tunggal. Materi yang dipakai merupakan rangkaian urutan yang tidak berhubungan satu sama lain berupa angaka, huruf, atau simbol. Tes rentang memori pada umumnya dimasukan kedalam tes intelegensi yang dibakukan item-itemnya. Dengan menggunakan tes ini, terbukti bahwa rentang memori meningkat bersamaan dengan tumbuhnya anak menjadi lebih besar.
2)      Memori jangka panjang
Dalam studi yang dilakukan oleh Brown dan Scout, terlihat bahwa anak usia 4 tahun mencapai ketepatan 75% dari waktunya dalam merekognisi gambar-gambar yang telah diperlihatkan satu minggu sebelumnya. Beberapa studi juga menunjukan bahwa anak-anak memiliki memori rekognisi yang baik sekalipun telah mengalami penundaan untuk jangka waktu yang lama. Untuk mengungkapkan perbedaan antara memori anak-anak dengan memori orang dewasa pada umumnya yang dilakukan adalah mengukur recall dari pada mengukur recognition, sebab recall membutuhkan strategi pengulangan yang relatif aktif dan pencarian yang berlangsung terus menurus dalam memori kita.



d.      Perkembangan Atensi  
Atensi pada anak telah berkembang pada masa bayi. Aspek-aspek atensi yang berkembang selama masa bayi ini memiliki arti yang sangat penting selama tahun-tahun pra sekolah. Penelitian telah menunjukan bahwa hilangnya atensi ( habituation) dan pulihnya atensi ( dishabituation) bila diukur pada 6 bulan pertama masa bayi, berkaitan dengan tingginya kecerdasan pada tahun-tahun pra sekolah.

e.       Perkembangan Metakognitif
Sebagai anak yang mulai tumbuh menjadi lebih besar, mereka berusaha mengetahui tentang pengetahuannya sendiri, tentang bagaimana belajar, dan mengingat situasi-situasi yang dialami setiap hari, dan bagaimana seseorang dapat meningkatkan penilaian kognitif mereka, para ahli psikologi menyebut tipe pengetahuan ini dengan metakognitif, yaitu pengetahuan tentang kognisi. Menurut Margaret W. Matlin (1994), metakognitif adalah “ knowledge and awareness about cognitive processes-or our thoughts about thinking”. jadi yang dimaksud dengan metakognitif adalah pengetahuan dan kesadaran tentang proses kognisi atau tentang pemikiran kognitif.
Sejumlah peneliti lain lebih tertarik untuk mempelajari kemampuan metakognitif anak-anak, apakah anak-anak yang masih kecil telah mampu memahami pikiran-pikiran mereka sendiri dan pikiran-pikiran orang lain. Hala Chandler dan Fritz (1991) misalnya, menemukan bahwa anka-anak yang masih kecil usia 2 atau 2,5 tahun telah mengerti bahwa untuk menyembunyikan sebuah objek dari orang lain merea harus menggunakan taktik penipuan, seperti berbohong atau menghilangkan jejak mereka sendiri.

f.       Perkembangan bahasa
Dalam pembahasan tentang perkembangan kognitif diatas telah disinggung dalam fase prakonseptual, seiring dengan kemunculan simbolis, anak-anak mengalami perkembangan bahasa yang pesat. Perkembangan bahasa yang cepat ini dianggap sebagai hasil perkembangan simbolisasi. Dengan demikian pada masa ini anak-anak telah mengalami sejumlah nama-nama dan hubungan antara simbol-simbol. Ia juga dapat membedakan berbagai benda disekitarnya serta melihat hubungan fungsional antara benda-benda tersebut.
Disamping itu pada masa ini penguasaan kosa kata anak juga meningkat pesat. Anak menguncapkan kalimat yang makin panjang dan makin bagus, menunjukan panjang pengucapan rata-rata anak telah mulai menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk. Sesekali ia menggunakan kata perangkai akhirnya timbul anak kalimat. Schaerlaekens (1977), membedakan perkembangan bahasa pada masa awal anak-anak ini atas tiga, yaitu priode pra-lingual (kalimat satu kata), periode lingual- awal ( kalimat dua kata)  dari 1 hingga 2,5 tahun, dan periode differensiasi ( kalimat tiga kata dengan bertambahnya diferensiasi pada kelompok kata dan kecapan verbal). ( Desmita, 2012: 134-139)  

3.      Perkembangan Psikososial
Disamping perkembangan fisik dan kognitif sebagaimana telah di bicarakan di atas, masa awal anak-anak juga ditandai dengan perkembangan psikososial yang cukup pesat. Perkembangan psikososial yang terjadi pada masa awal anak-anak, diantaranya  hubungan dengan orang lain (orang tua & teman sebaya), bermain dan perkembangan moral.
a.       Hubungan dengan orang tua
Sejumlah ahli mempercayai bahwa kasih sayang orang tua atau pengasuhnya selama beberapa tahun pertama kehidupan merupakan kunci utama perkembangan sosial anak, meningkatkan kemungkinan anak memiliki kompetensi secara sosial dan penyesuaian diri yang baik pada tahun-tahun prasekolah dan sesudahnya.
Salah satu aspek penting dalam hubungan orang tua dan anak adalah gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua. Studi klasik tentang hubungan orang tua dan anak yang dilakukan oleh Diana Baumrind, 1972 ( dalam Lerner & Hultsch, 1983) merekomendasikan tiga tipe pengasuhan yang dikaitkan dengan aspek-aspek yang berbeda dalam tingkah laku sosial anak, yaitu otoritatif, otoriter dan permisif. ( Desmita, 2012: 144).

b.      Hubungan dengan teman sebaya
Salah satu fungsi terpenting teman sebaya adalah sebagai sumber informasi dan bahan pembanding di luar lingkungan keluarga.Melalui teman anak memperoleh umpan balik tentang kemampuan yang dimilikinya.
c.       Bermain
Bermain merupakan hal yang essensial bagi kesehatan anak. Adapun manfaat bermain adalah :
1)      Meningkatkan kerjasama, tanggung jawab.
2)      Menghilangkan ketegangan
3)      Meningkatkan perkembangan kognitif
4)      Meningkatkan eksplorasi
5)      Memperluas kesempatan bagi anak untuk mengobrol dan berinteraksi dengan teman sebaya.
d.      Perkembangan Moral
Perkembangan moral adalah berkaitan dengan aturan atau konvensi tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Seseorang ketika dilahirkan tidak memiliki moral, tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap untuk dikembangkan. Karena itu, melalui pengalamannya berinteraksi dengan orang lain, individu belajar memahami tentang perilaku mana yang baik, yang boleh dikerjakan dan tingkah laku mana yang buruk, yang tidak boleh dikerjakan.
Teori belajar sosial melihat tingkah laku moral sebagai respon atas stimulus. Dalam hal ini, proses-proses penguatan, penghukuman, dan peniruan digunakan untuk menjelaskan perilaku moral.Perkembangan moral pada anak dapat berlangsung melalui beberapa cara yaitu, Pendidikan langsung, baik oleh orang tua, guru atau orang dewasa lainnya. Identifikasi, dengan cara meniru tingkah laku moral seseorang yang menjadi idolanya. Proses coba-coba (trial dan error), yaitu mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba.(http://rara-rememberme.blogspot.com/2013/03/contoh-makalah-perkembangan-fisik.html)

B.     Perkembangan Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak
Periode ini mulai sejak anak-anak berusia 6 tahun sampai dengan seksualnya matang, Kematangan seksual ini sangat bervariasi baik antar jenis kelamin maupun antar budaya yang berbeda.Masa ini disebut juga masa anak sekolah. Anak-anak sudah lebih mandiri. Pada masa inilah anak paling peka dan paling siap untuk belajar. Mereka haus akan pengetahuan dan ingin selalu mengetahui dan memahami.
Pertumbuhan fisik anak tetap berlangsung, anak menjadi lebih tinggi, lebih berat, lebih kuat, dan lebih banyak belajar berbagai keterampilan.
Proses kognitif mereka sudah lebih logis dan tidak egosentris lagi. Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat, dan berkomunikasi. Mereka juga sudah dapat memperhitungkan berbagai aspek yang ada sebelum mengambil suatu kesimpulan.Salah satu kemampuan kognitif yang berkembang pada saat ini adalah kemampuan melakukan konservasi (konsep bolak-balik ; mampu memahami sesuatu ; misalnya air, banyak air akan tetap sama, walaupun tempatnya berbeda-beda). Anak juga sudah memperlihatkan kemajuan dalam konsep waktu, dan jarak, walaupun pemahaman mereka mengenai angka masih terbatas.
Pada masa ini kosa kata anak sangat meningkat dan mereka dapat menguasai tata bahasa. Mereka juga sudah dapat belajar menguasai lebih dari satu bahasa (multilingualisme). Secara formal mereka sudah dapat diajarkan membaca dan menulis.
Perkembangan sosial anak mulai meningkat yang ditandai dengan adanya pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai kebutuhan ketentuan maupun peraturan-peraturan. Selain itu hubungan-hubungan antara anak dengan keluarga, teman sebaya dan sekolah sangat mewarnai perkembangan sosialnya.
Perkembangan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kognitifnya. Hal ini akan membentuk persepsi anak mengenai dirinya sendiri, dalam kompetensi sosialnya, dalam peran jenis kelaminnya, dan dalam menegakan pendapatnya mengenai apa yang benar dan salah. (http://www.ayobukasaja.com/2012/06/perkembangan-masa-awal-dan-akhir-anak.html).





BAB II
PENUTUP

Simpulan
Secara garis besar perkembangan pada masa anak-anak terbagi menjadi, perkembangan masa anak-anak awal, pertengahan, dan akhir.
Perkembangan Masa Anak-anak Awal (prasekolah) berlangsung dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. adapun  ciri perkembangan pada masa ini meliputi: Perkembangan fisik, perkembangan Kognitif, dan perkembangan psikososial. Perkembangan Fisik masa anak-anak awal meliputi: tinggi dan berat badan, perkembangan otak, dan perkembangan Motorik, sedangkan perkembangan kognitif masa anak-anak awal meliputi: perkembangan Persepsi, Memori, Atensi, Metakognitif, dan Bahasa. Adapun perkembangan psikososial masa anak-anak meliputi: perkembangan permainan, hubungan dengan orang tua. Hubungan dengan teman sebaya, gender, dan terakhir yaitu Moral.
Adapun Perkembangan masa pertengahan dan akhir anak-anak  dimulai sejak anak-anak berusia 6 tahun sampai dengan seksualnya matang. Adapun cirri perkembangan pada masa ini meliputi: perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan psikososial. Perkembangan fisik pada masa pertengahan dan akhir ini meliputi: keadaan berat dan tinggi badan, serta perkembangan motorik. Sedangkan perkembangan kognitif masa ini meliputi: perkembangan memori, pemikiran kritis, inteligensi (IQ), kecerdasan Emosional (EQ), kecerdasan Spiritual (SQ), kreativitas, dan bahasa. Adapun perkembangan psikososial pada masa ini meliputi: perkembangan pemahaman diri, hubungan dengn keluarga. Hubungan dengan teman sebaya.







DAFTAR PUSTAKA

Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Posdakarya.
Gunarsa. 2008. psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Gunung Mulya (online), (http://www.google.books. Diunduh 21 April 2013 pukul 13.00).
Suparno. Teori perkembangan kognitif jean piaget. Kota: Kanisun (online), (http://www.google.books. Diunduh 21 April 2013 pukul 13.10)















Makalah Pengertian Dan Macam-Macam ZAKAT

Pengertian Dan Macam-Macam ZAKAT
Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Fiqih Ibadah
Dosen Pengampu : Dr. H. Arwani Syaerozi, MA













Oleh :
1.    Dede Riki N.
14121110043
2.    Erna Erlina
14121110049
3.    Euis Nur Hasanah
14121110050
4.    Moch  Aziz Muslim
14121110083
5.    Nur Syamsu
14121110094
6.    Ripal Ripalah S.
14121110104

Kelompok/SMT : 9/II
PAI-A


FAKULTAS TARBIYAH / PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON
Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon-Jawa Barat 45132
2012/2013






DAFTAR ISI

DAFTAR ISI    ........................................................................................................ i
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang   ............................................................................................... 1
B.   Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
C.   Tujuan Masalah ................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN   
A.   Pengertian Zakat           ..................................................................................... 2
B.   Syarat Zakat                        …………………………………………………...3
C.  Syarat Syah Zakat     …………………………………………………………..4
D. Macam-macam Zakat…………………………………………………………..5          
BAB III  PENUTUP
A.   Kesimpulan ....................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
                                         




 BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam yang digunakan untuk membantu masyarakat lain, menstabilkan ekonomi masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas, sehingga dengan adanya zakat umat Islam tidak ada yang tertindas karena zakat dapat menghilangkan jarak antara si kaya dan si miskin. Oleh karena itu, zakat sebagai salah satu instrumen negara dan juga sebuah tawaran solusi untuk menbangkitkan bangsa dari keterpurukan. Zakat juga sebuah ibadah mahdhah yang diwajibkan bagi orang-orang Islam, namun diperuntukan bagi kepentingan seluruh masyarakat.
Zakat merupakan suatu ibadah yang dipergunakan untuk kemaslahatan umat sehingga dengan adanya zakat (baik zakat fitrah maupun zakat maal) kita dapat mempererat tali silaturahmi dengan sesama umat Islam maupun dengan umat lain.
Oleh karena itu kesadaran untuk menunaikan zakat bagi umat Islam harus ditingkatkan baik dalam menunaikan zakat fitrah yang hanya setahun sekali pada bulan ramadhan, maupun zakat maal yang seharusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan zakat dalam yang telah ditetapkan baik harta, hewan ternak, emas, perak dan sebagainya.
  1. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat diruuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian Zakat?
2.      Apa syarat Zakat?
3.      Apa Hukum-hukum Zakat?
4.      Apa macam-macam Zakat?
  1. Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian Zakat
2.      Untuk mengetahui Syarat Zakat
3.      Untuk mengetahui Hukum-hukum Zakat
4.      Untuk mengetahui macam-macam Zakat








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Zakat
Secara bahasa, zakat berarti tumbuh (numuww) dan bertambah (ziyadah). Jika di ucapkan, zaka al-zar, artinya adalah tanaman itu tumbuh dan bertambah. Jika diucapkan zakat al-nafaqah, artinya nafkah, tumbuh dan bertambah jika diberkati.kata ini juga sering dikemukakan untuk makna thaharah (suci).
Allah swt. Berfirman :
http://www.surah.my/images/s091/a009.png
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (QS Asy-syams :9)
Maksud kata zakka dalam ayat ini ialah menyucikan dari kotoran. Arti yang sama (suci) juga terlihat dalam ayat berikut:
http://www.surah.my/images/s087/a014.png
“Sesungguhnya, beruntunglah orang yang menyucikan diri” (QS Al-A’la:14)
Kata zakat, adakalanya bermakna pujian, misalnya dalam firman Allah swt. Berikut ini:
http://www.surah.my/images/s053/a032.png
“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci (QS An-Najm:32)”
Adapun harta yang dikeluarkan, menurut syara’ dinamakan zakat karena harta itu akan bertambah dan memelihara dari kebinasaan. Allah swt. Berfirman:
http://www.surah.my/images/s002/a043.png
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan ruku’lah kalian bersama orang-orang yang ruku’ (QS Al-Baqarah: 43)
Maksudnya, zakat itu akan menyucikan orang yang mengeluarkannya dan akan menumbuhkan pahalanya. (Al-zuhaily, 1997: 82-83).
Menurut syara’ ialah “ nama bagi ukuran yang dikeluarkan dari harta atau badan menurut peraturan yang akan datang.”  Zakat ialah nama atau sebutan dari suatu hak Allah yang dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin. Dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkat, membersihkan jiwa dan menumpuknya dengan berbagai kebaikan. Kata-kata zakat itu, arti aslinya ialah tumbuh, suci, dan berkah. Firman Allah SWT. Dalam surat At-Taubah ayat 103 sebagai berikut:
http://www.surah.my/images/s009/a103.png
Artinya:
“ ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (QS At-Taubah: 103). ( Hamid, 2009: hlm 206)
Zakat menurut istilah agama islam artinya “ kadar harta yang tertentu, yang diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan beberapa syarat.” Hukumnya zakat adalah salah satu rukun Islam yang lima, yaitu fardhu ‘ain atas tiap-tiap orang yang cukup syarat-syaratnya. Zakat mulai diwajibkan pada tahun kedua hijriyah.
Firman Allah swt. :
http://www.surah.my/images/s004/a077.png

dirikanlah shalat dan bayarkanlah zakat hartamu.” (QS An-Nisa:77). (Rasjid, 2011: 192).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan ibadah secara syar’i, pembersihan atau penyucian itu dibagi tiga, yaitu:
1.      Penyucian Rohani;
2.      Penyucian Jasmani; dan
3.      Penyucian Harta.
Penyucian harta awalnya disebut dengan infak, hanya infak dibagi ke dalam dua kategori, yaitu infak wajib, yang disebut dengan zakat, dan infak sunnat yang disebut dengan sedekah. (Hamid, 2009: 205)
B.     Syarat Zakat
      Adapun syarat sahnya, juga menurut kesepakatan mereka, adalah niat yang menyertai pelaksanaan zakat:
1.      Syarat wajib zakat
Syarat wajib zakat yakni kefardhuannya, ialah sebagai berikut:
a)      Merdeka.
b)      Islam.
c)      Baligh dan Berakal.
d)     Harta yang dikeluarkan adalah harta yang wajib dizakati.
e)      Harta yang dizakati telah mencapai nishab atau senilai dengannya.
f)       Harta yang dizakati adalah milik penuh.
g)      Kepemilkan harta yang telah mencapai setahun, menurut hitungan tahun qamariyah.
h)      Harta tersebut bukan merupakan harta hasil utang.
i)        Harta yang akan dizakati melebihi kebutuhan pokok.   

2.      Syarat-syarat sah pelaksanaan zakat
a)      Niat.
b)      Tamlik (memindahkan kepemilikan harta kepada menerimanya)

C.     HUKUM-HUKUM ZAKAT
1)      Zakat diwajibkan bagi orang-orang Islam yang merdeka, tidak disyaratkan sampai umur dan berakal.
2)      Zakat wajib atas barang-barang perniagaan sebagaimana wajib pada unta, sapi, kambing dan tiap-tiap tumbuh-tumbuhan dan zakat ditunaikan setiap satu tahun sekali.
3)      Termasuk wajib zakat adalah mengeluarkan zakat fitri yang dikenal dengan zakat jiwa.
4)      Islam memperhatikan soal zakat, waktu, kadar, dan nishab, orang yang wajib atasnya dan orang-orang yang berhak menerimannya.
5)      Syara’ dengan sangat tegas menjadikan zakat pada empat macam harta dan dialah harta-harta yang paling banyak beredar dalam masyarakat dan yang sangat dibutuhkan, antara lain :
a)      Tanaman dan buah-buahan.
b)      Unta, sapi dan kambing
c)      Emas dan perak
d)     Harta-harta perniagaan yang bermacam-macam.
6)      Islam mewajibkan zakat setahun sekali. Nishab perak ialah 200 dirham. Sedang nishab emas 20 misqal. Nishab biji-bijian dengan 50 gantang. Nishab kambing 40 ekor, lembu 30 ekor dan unta 5 ekor.
7)      Islam mewajibkan 1/5 pada rikaz dan tidak mewajibkan dan tidak mewajibkan cukup setahun kita milikinya.
8)      Islam mewajibkan 1/10 pada buah-buahan dan tanam-tanaman yang urusannya tidak diperlukan usaha manusia, sebagaimana mewajibkan 1/20 pada buah-buahan dan tanaman yang urusan penyiramannya diusahakan oleh manusia.
9)      Islam mewajibkan 21/2% pada emas dan perak. Islam mewajibkan zakat dari 40 ekor kambing, seekor kambing yang berumur 2 tahun, zakat dari 30 ekor lembu, seekor anak lembu yang berumur 2 tahun, zakat dari 5 ekor unta, seekor kambing. ( Ash-Shiddieqy, 2011: 172-173)
D.    Macam-Macam  Zakat
Berdasarkan firman Allah swt dalam QS Al- Baqarah ayat 267, “hai orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kau nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan memalingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah maha kaya lagi maha terpuji”.
Secara umum zakat terbagi menjadi dua macam, yaitu zakat jiwa (nafsh) / zakat fitrah dan zakat maal.
1.      Zakat jiwa (nafsh)/zakat fitrah
Pengertian fitrah ialah, sifat asal, bakat, perasaan keagamaan dan perangai, sedangkan zakat fitrah adalah zakat yang berfungsi yang mengembalikan manusia muslim keada fitrahnya, dengan menyucikan jiwa mereka dari kotoran-kotoran (dosa-dosa) yang disebabkan oleh pengaruh pergaulan dan sebagainya. Sehingga manusia itu menyimpang dari fitrahnya. Yang dijadikan zakat fitrah adalah bahan makanan pokok bagi orang yang mengeluaran zakat fitrah atau makanan pokok di daerah tempat berzakat fitrah seperti; beras, jagung, tepung sagu, tepung gaplek dan sebagainya.
Zakat ini wajib dikeluarkan sesuai bulan Ramadhan sebelum shalat ‘id sedangkan, bagi orang yang mengeluarkan zakat fitrah setelah dilaksanakan shalat’id maka apa yang diberikan bukanlah termasuk zakat fitrah tetapi merupakan sedekah, hal ini sesuai dengan hadis Nabi saw dari ibnu Abbas, ia berkata, “Rassulullah Saw mewajibkan zakat fitrah itu sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan yang kotor dan sebagai makanan bagi orang yag miskin. Karena itu, barang siapa mengeluarkan sesudah shalat maka dia itu adalah salah satu shadaqah biasa (hadis abu daud dan ibnu majjah). Melewatkan pembayaran zakat fitrah sampai selesai sembahyang hari raya hukumnya makruh karena tujuan utamanya membahagiakan orang-orang miskin pada hari raya, dengan demikian apabila dilewatkan pembayaran hilanglah separuh kebahagiannya pada hari itu.
Banyaknya zakat fitrah untuk perorangan satu sha’ (2,5 kg/3,5 liter) dari bahan makanan untuk membersihkan puasa dan mencukupi kebutuhan-kebutuhan orang miskin di hari raya idul fitri, sesuai dengan hadis Nabi Saw, “ dari ibnu umar ra; Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fitri 1(satu) sha’ dari kurma/gandum atau budak, orang merdeka laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang tua dari seluruh kaum muslimin. Dan beliau perintahkan supaya dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk shalat ‘id (HR.Bukhari).
Jika maslahat orang-orang kafir mengharuskan dikeluarkan zakat untuk mereka dalam bentuk uang maka tidak ada dosa di dalamnya ssuai dengan madzhab hanafi dan madzhab syafi’i.
Menurut Yusuf Qardhawi ada dua hikmah zakat fitrah, ialah sebagai berikut:
a.       Membersihkan kotoran selama menjalankan puasa, karena selama menjalankan puasa seringkali orang terjerumus pada perkataan dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya serta melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah.
b.      Menumbuhkan rasa kecintaan kepada orang-orang miskin dan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan member zakat fitrah kepada orang-orang miskin dan orang- yang membutuhkan akan membawa mereka kepada kebutuhan dan kegembiraan, bersuka cita pada hari raya.
Adapun niat mengeluarkan zakat fitrah bagi diri sendiri, “sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada saya diri sendiri, fardhu karena Allah ta’ala. Sementara itu, bagi diri sendiri dan sekalian yang ditanggungnya, “ sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya dan pada sekalian yang saya dilazimkan ( diwajibkan) member nafkah pada mereka, fardhu karena Allah ta’alla.
      Cara penyerahan zakat fitrah dapat ditempuh dua cara adalah sebagai berikut:
a.       Zakat fitrah diserahkan langsung diserahkan yang bersangkutan kepada fakir miskin. Apabila hal ini dilakukan maka sebaiknya pada malam hari raya dan lebih baik lagi jika mereka diberikan pada pagi hari sebelum shalat Idul fitri dimulai agar dengan adanya zakat fitrah itu melapangkan kehidupan mereka, pada hari raya, sehingga mereka tidak perlu lagi berkeliling menadahkan tangan kepada orang lain.
b.      Zakat fitrah diserahkan pada amil (panitia) zakat. Apabila hal itu dilakukan maka sebaiknya diserahkan satu hari atau dua hari ataupun beberapa hari sebelum hari  raya idul fitri agar panitia dapat mengatur distribusinya dengan baik dan tertib kepada mereka yang berhak menerimanya pada malam hari raya atau pada pagi harinya.
Ibnu Abbas meriwayatkan, “ Rasulullah SAW telah memfardhukan zakat fitrah untuk menyucikan orang-orang yang berpuasa dari kelalaiannya. Sesungguhnya ia salah satu shadaqoh, karena itu barang siapa yang melewatkan pembayaran sampai terlaksananya shalat hari raya hukumnya makruh (tidak berdosa), tetapi jika dilewatkan sampai terbenamnya matahari, hukumnya berdosa dan dianggap sebagai hutang kepada Allah SWT yang perlu segera dilakukan pembayarannya ( qadha) ”.
Adapun tempat mengeluarkan zakat fitrah yang lebih diutamakan zakat fitrah ditempat Muzakki tinggal dan berkuasa, sedangkan jika dia puasa ramadhan diluar negri karena perjalanan atau lainnya maka ia mengelurakan zakat fitrah dinegri ditempat ia berpuasa.
Pembayaran zakat fitrah dapat dipindahkan ketempat atau daerah lain jika penduduk ditempat atau didaerah tersebut amat memerlukannya dibandingkan dengan penduduk ditempat atau daerah pemberi zakat. Kemaslahatan perpindahan tersebut lebih memberi keuntungan dibandingkan jika diberikan kepada penduduk atau daerah pemberi zakat tersebut telah melebihi.   ( Sari, 2007: 21-24)
2.      Zakat Maal (Harta)
Zakat Maal (harta) adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum (syara). Maal berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti ‘harta’.
Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Milik Penuh, yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat.
2.      Berkembang, yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan.
3.      Mencapai nisab, yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah.
4.      Lebih Dari Kebutuhan Pokok, orang yang berzakat hendaklah kebutuhan minimal/pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu
5.      Bebas dari Hutang, bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab, dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat.
6.      Berlalu Satu Tahun (Al-Haul), kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz(barang temuan) tidak memiliki syarat haul.
Adapun Macam-macam zakat Maal dibedakan atas obyek zakatnya antara lain:
1.      Hewan ternak. Meliputi semua jenis & ukuran ternak (misal: sapi,kerbau,kambing,domba,ayam)
2.      Hasil pertanian. Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll Nishabnya sebanyak 5 wasaq= 300 sha’= 652,8 kg atau 653 kg. Kadar zakat yang harus dikeluarkan sebanyak 1/10-nya jika hasil tanaman tersebut tumbuh dan berkembang tanpa disiram atau tanpa biaya perawatannya, tanpa membayar orang lain untuk merawatnya. Apabila pemeliharaannya memerlukan biaya maka kadar zakat yang harus dikeluarkan sebanyak 1/20-nya. ( Hadzami, 2010:6)
3.      Emas dan Perak. Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun. Nisab zakat emas 20 mitsqal, berat timbangannya 93,6 gram; zakatnya 1/40 (2,5 % = ½ mitsqal = 2,125 gram). Nisab perak 200 dirham (624 gram) zakatnya 1/40 (2,5 %) = 5 dirham (15,6 gram).
Sabda Rasulullah yang artinya “Apabila engkau mempunyai perak 200 dirham dan telah cukup satu tahun maka zakatnya 5 dirham, dan tidak wajib atasmu zakat emas hingga engkau mempunyai 20 dinar. Apabila engkau mempunyai 20 dinar dan telah cukup satu tahun, maka wajib zakat adanya setengah dinar.” (Rasjid, 2011:202).
4.      Harta Perniagaan. Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi.
5.      Hasil Tambang(Ma’din). Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan lain-lain.
6.      Barang Temuan (Rikaz) adalah harta yang diperoleh seseorang yang berasal dari galian dalam tanah. Harta tersebut ditanam oleh orang-orang dimasa lampau dalm kurun waktu yang sudah cukup lama, dan sudah tidak diketahui lagi pemilik yang sebenarnya, karena tidak didapat keterangan yang cukup untuk itu. Harta terpendam, biasanya berupa emas atau perak, dan wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 1/5 atau 20% dari jumlah harta terpendam tersebut. Ketentuan ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW: “ zakat rikaz ( harta terpendam) adalah sebanyak seperlima”. ( HR. Bukhari dan Muslim). (Yusuf, 2004: 42).
7.      Zakat Profesi. Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta. Jika penghasilannya selama setahun lebih dari senilai 85 gram emas dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok. (Aminah, 2010: 119)

BAB III
PENUTUP
Simpulan
Zakat ialah nama atau sebutan dari suatu hak Allah yang dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin. Dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkat, membersihkan jiwa dan menumpuknya dengan berbagai kebaikan. Kata-kata zakat itu, arti aslinya ialah tumbuh, suci, dan berkah.Zakat mempunyai beberapa syarat wajib dan syarat sah. Menurut kesepakatan para ulama, syarat wajib zakat adalah merdeka, muslim, baligh, berakal, kepemilikan harta yang penuh, mencapai nishab, dan mencapai haul.
Secara umum zakat terbagi menjadi dua macam, yaitu zakat jiwa (nafsh) / zakat fitrah dan zakat maal. Adapun Macam-macam zakat Maal dibedakan atas obyek zakatnya antara lain: Hewan ternak, Hasil pertanian, Emas dan Perak, Harta Perniagaan, Hasil Tambang(Ma’din), Barang Temuan (Rikaz), dan Zakat Profesi.




DAFTAR PUSTAKA
AL-Zuhayly, Wahbah, 1997. Zakat Kajian Berbagai Mazhab. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Aminah, Mia Siti. 2010. Muslimah career mencapai karir tertinggi dihadapan Allah, keluarga, dan pekerjaan. Yogyakarta : pustaka Grhatama. (online), (http://www.google.books. Diunduh 17 April 2013 pukul 14.00 WIB).
Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. 2011. Kuliah Ibadah. Semarang: PT. Putaka Rizki Putra.
Hadzami, Syafi’i.  2010. Tauhidhihul Adillah. Jakarta: penerbit PT Elex Media Komputindo. (online), (http://www.google.books. Diunduh 17 April 2013 pukul 13.32 WIB).
Hamid, Abdul. 2009. Fiqh Ibadah. Bandung: CV Pustaka Setia.
Rasjid, Sulaiman. 2011. Fiqh Islam (Hukum Fiqh Islam). Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo.
Sari, Elsi Kartika. 2007. Pengantar hukum Zakat & wakaf. Jakarta: Penerbit PT Grasindo,). (online), (http://www.google.books. Diunduh 17 April 2013 pukul 13.00 WIB).
Walisongo,Majelis. 2010. Pengertian Zakat mal (online),
Yusuf , Mohammad Asror . 2004. Kaya karena ALLAH. Tangeran: Penerbit PT Kawan Pustaka. (online), (http://www.google.books. Diunduh 17 April 2013 pukul 13.20 WIB).